Beda tapi Sama

Siang yang panas. Mentari seakan ingin lelehkan aspal jalan. Gerah tiada tara. Disebuh bus jurusan Malang-Jombang yang padat penumpang, dua orang pengamen berperawakan sangar baru saja mengkhatamkan dua buah lagu milik Wali: Cari Jodoh dan lagunya Five minutes: SKSJ. Suaranya lumayan, khas pengamen jalanan. Penonton pun tampak terhibur. Andai nggak malu, mereka pasti akan teriak histeris:’lagi !,lagi !”, seorang nenek-nenek keliatan nafsu banget mo bilang,”minta lagu Menghitung Hari boleh gak?”. Tapi mo gimana lagi, dua pengamen itu kan mo show di bus yang lain. Penumpang pun kecewa.
Kini saatnya dua pengamen itu menagih apa yang mereka sebut sebagai ”bunga sosial”. Coba kamu dengerin penggalan prolognya:

”yang Cuma memberi seratus, kami do’akan semoga kaya. Yang rela memberi lima ratus, kami doakan semmoga tahun depan naik haji. Dan yang dengan senang hati emberi seribu, kami doakan minggu epan menang togel 5 juta”.

Begitu ringan. Tanpa beban. Aku jadi penasaran bercampur sewot, tetapi juga pengen ketawa. Saat mereka mnghampiriku, kucemplungkan Cuma seratus ripiah ke dalam topi kumal yang mereka sulap enjadi kotak amal. Bukannya aku pengen cepet kaya. Bukan ! aku memang pengen kaya, tapi tidak dengan mendadak, aplagi tergesa-gesa. Menjadi kaya dengan cara seperti itu sering bikin orang lupaa daratan. Aku sebenernya ingin naik haji tapi tidak tahun depan, melainkan lima tahun lagi. Makanyan aku nggak langsung ngasih lima ratus, tetapi seratus dulu. (oalah alasan thok ! bilangaja ngirit, gak punya duit. Dasar pelit !)
Aku sebenernya pingin banget menegur mereka tentang do’a ngawur itu. Tapi, gila ! sama sekali tidak kutemukan keberanian tersisa di dadaku. Sedikitpun. Aku benar-benar mengkeret melihat keduanya. Tidak hanya karena mereka itu berdua sementara aku cuma”bersatu”, tetapi juga karena tubuh mereka jauh lebih besar dan kekar dibandingkan dengan tubuhku yang kurus, ceking, mungil, tapi aduhai ini (yaikss). Nggak hanya itu saja, tubuh mereka juga bertato dan lihatlah, rambut mereka panjang brekele..hiiyyy syerem. Maka, sambil berusaha ngantuk, kubayangkan saja salah satu diantara mereka duduk di sampingku ( tapi tetep jaga jarak, bukan muhrim gitu loh) dan terjadi sebuah dialog khayalan. Sekali lagi, dialog khayalan.

Aku : suaranya tadi bagus loh Om. Emang sudah berapa lama jadi pengamen?
Pengamen Sangar (PS): baru lima tahun (jawab dengan nada males)
Aku : ooo...lama juga ya. Eh tubuh bisa gede dan kekar gitu, makanannya apa ya/
PS : anak tikus 3 kalai sehari

Reflek aku menjerit ”whackkkks !”. Tatapan matanya begitu tajam menghujam. Suaranya tadi sengaja diberat-beratkan dan dibuat seseram mungkin. Kucoba memulung sisa-sisa nyali di rongga dada. Kukumpulkan serpihan-serpihannya. Akhirnya keluarlah dari mulutku sebuah prtanyaan denan volume suara terendah.

Aku : minumnya Om?
PS : susu kucing liar dan jus kepala ular !!

Wualah !!, jantungku seakan hendak meloncat keluar. Daripada ntar pingsan, kuputuskan saja untuk memgganti topik pembicaraan.

Aku : Mmm..tato-tato keren gitu dapet dari mana Om?
PS : macem-macem, yang gambar ular nagapanjang ini di buatkan temen waktu dipenjara dulu, yang gambar rudal scudd ini pinjem dari tetangga, besok mesti dikembalikan. Yang gabar tengkorak ini masih kredit sampe sekarang belum lunas-lunas, dan yang terakhir ini dapet dari stiker ponakan
Aku : gambar apaan nih Om? Perasaan pernah liat di TV (penasaran)
PS : iya ini gambar teletapis (jelasnya bangga)

Aku baru nyadar kalo tato itu adalah gambar tingky wingky. Tapi kok dia nebutnya teletapis ya? Ah mungkin dia salah sebut

Aku : keren banget Om !. Tapi sebutannnya teletabis, bukan teletapis (ku coba mengoreksi)
PS : teletapis ! (dia mempertahankan pendapatnya)
Aku : Teletabis Om..
PS : TELETAPIS ! (mulai ngotot )
Aku : TELETABIS !!, bis,bis ! pake be !

Aku jadi sewot. Kali ini gak aku hiraukan lagi easatakut yang adri tadi menjajahku. Demi sebuah kebenaran aku akan berjuang sampai titik darah penghabisan (glodaks ! lebay)

PS : ya? (dia memintaku untuk mengulng lagi kalimat terakhirku)
Aku : saya bilang pake be
PS : ooo...belebabis?
Aku : @*^$&#^*..!!!??

Hyiiih..gemes banget aku dibuatnya. Tapi untungnya sekarang aku gak takut lagi. Makhluk ini jadi kelihatan o’on sekalee. Saatnya mengintrogsi tentang togel tadi.

Aku : Om, tadi kok mo doakn orang supya menang togel sih? Togel itu kan dilarang?
PS : siapa yang nglarang?
Aku : polisi. Kemarin ada bandarnya yang ditangkap loh
PS : oya?
Aku : ho-oh. Apa sampeyan ndak takut?
PS : aku kan bukan bandar. Cuma mendoakan masak ditangkap?!
Aku : mendoakan orang supaya menang togel itu artinya mendukung pertogelan di dunia ini. Bahaya itu
PS : kamu punya HaPe

Wah kenapa dia tanya aku punya HaPe ya? Jadi curiga. Soalnya seriong beredar kabar kalo pencopet, pemalak tau perampok itu biasanya menyamar jadi pengamen juga. Jangan-jangan dia...

PS : punya HaPe gak?
Aku : eh mm..anu iya punya. Tapi HaPe saya model kuno kok Om. Bukan Blackberry, Blueberry, apalagi Strowberry. Ini juga gak ada kameranya...(aku coba meyakinkan klo HaPeku itu tipe yang jauh dari kata berharga)
PS : pernah kirim SMS ?
Aku : (bengong) ya pernah dong. Tiap hari saya SMS, kecualai klo lagi gak puya pulsa.
PS : pernah kirim SMS ke televisi?
Aku : eh Om, topik togel belum selesai kita bahas. Jangan mengalihkan pmbicaraan ya., itu tanda orang kalah debat ! (pasang muka jengkel)
PS : jawab dulu pertanyaanku, nanti kamu akan tau nyambungnya dimana. Jangan coba-coba buruk sangka ya, nanti tak banting pelan-pelan tau rasa kamu
Aku : oke-oke, sabar dikit dong. Saya gak pernah kirim ke televisi. Trus mo apa?
PS : kalo temen-temen kostmu?
Aku : nggak ada !
PS : enakan ada.. !
Aku : yeee..emang gak ada. Mo diapain lagi? Maksa banget sih?!
PS : kalo gitu tahukah kamu kalo jutaan orang Indonesia biasa kirim SMS ke televisi? Mereka ikut kuis ini itu, mendukung calon artis ini calon artis itu, calon pesulap itu calon pesulap ini. Ujung-ujungnya sama: mereka pingin dapet hadiah
Aku : trus kenapa? (dengan nada meremehkan)
PS : apa bedanya denganbeli nomor togel??! SAMA-SAMA MENGELURKAN HARTA DENGAN HARAPANN MEMPEROLEH HARTA YANG LBIH BANYAK LEWAT UNDIAN, YANG TENTU SAJA DENGAN RESIKO KEHILANGAN HARTA YANG SUDAH DIKELUARKN TADI JIKA AKHIRNYA TIDAK MENANG

Penjelasannya ini terus terang membuatku terhenyak. Sepintas dia lebih mirip dosen. Atapi aku bukan tipe orang yang udah nyerah dalam perdebatan

Aku : ya tetep beda dunk. Togel kan pake uang, kalo kuis SMS kan Cuma pake pulsa
PS : lembab ! lha pulsa itu apa dibelinya pakek daun pisang?hah?! (dia gak tahan dengan argumentasi bodohku)
Aku : oke, tapi togel kan ada bandarnya? Lha kalo kuis SMS hayo? (ku ajukan arguman bodoh lagi)
PS : bandarnya ya televisi dan pabrik pulsa Mbakyu. Keuntungan dari penjualan pulsa bisa saja mereka bagi dua. Untuk meningkatkan keuntungan bahkan kadang mereka enaikkan harga SMS, dari 100 perak mejadi 2000 rupiah
Aku : betul, tapi tunggu dulu Om !. orang-orang ikut kirim SMS itu bukan untuk dapet hadiah, mereka hanya ingin mendukung idolanya. Itu saja. Masak disamakan ma togel?!
PS : lalu menurutmu, apa alasan pihak televisi memberi iming-iming hadiah jutaan rupiah, mobil, motor hingga dokar bagi yang menang undian?
Aku : ya, supaya banyak yang kirim SMS
PS : lha iya
Aku : ..........(terdiam, tak tahu harus biara apa)
PS : hanya karena yang amaen tukang becak, supir angkot, serta pengamen jalanan, kalian menyebutnya togel. Sementara jika yang maen anak-anak pemeganag HP yang berpenampilan wangi-wangi dan rapi, kalian menyebutnya kuis. Bah !
Aku :.......(kekalahanku semakin sempurana)
PS : klo temenmu mendoakan tetangganya agar menang kuis SMS di TV kau diam saja. Tapi giliran aku mendoakan penumpang bus agar menang togel, kamu protes. Adahal dua-duana hany beda nama. Kupu !
Aku : kok kupu Om?
PS : emang kamu mau aku sebut dengan nama binatang ang lain, terutama yang beroda empat?!
Aku : maksudnya yang berkaki empat Om?
PS : iyalah sama aja. Sama-sama punya jari-jari
Aku : jari-jarinya binatang kan anti kutu air. Yang kutu airan itu kan jari-jarinya manusia.
PS : Eh, jangan mengalihkan pembicaraan ! itu tandanya orang kalah debat. Kita belum tuntas membahas diskusi msalah togel dan kuis SMS ! (dia pake kata-kataku untuk menyerangku.gak bisa dibiarkan !)
Aku : Lho bukannya Om yang mengalihkan pembicaran, dari perbedaan roda dan kaki kembali kepada masalah togel dan kuis SMS?
PS :.........(dia diam.mungkin mikir jawaban tapi gak ketemu)
Aku : jangan terlalu dipikirkan Om. Saya sudah nyerah kalah kok dalam diskusi togel kita barusan itu
PS : payah, masak segitu aja nyerah. Ayo dong adu argumen lagi !
Aku : .......(giliranku, lagi-lagi terdiam)
PS :Ayo !!!
Aku : udah Om nyerah
PS : bagus klo gitu
Aku : tapi Om, tunggu dulu
PS : Apa lagi?
Aku : klo teori Om bener, berarti kita ini hidup di dunia togel. dikelilingi togel. Kitabernafs dengan togel. Togel da dimana-mana. Togel tlah mnjajah kita. !

Belum sempat si Om menjawab, tiba-tiba kondektur bus triak-triak, “ Stasiun Jombang, Jomplangan, Alun-alun Jombang !!!”
Aku tersentak kaget. Bangun dari mimpi panjangku bersama si Om. Aku segera turun, menghambur keluar begitu bus berhenti. Nggak sabar pengen segera nyampe rumah. Jangan-jangan tetanggaku, temen mainku, bahkan ayah-ibuku, adek-kakakku sedang “main togel”.



[repost with some text edited-My "Green Soul V2"]


Lanjutannya Myus......
Dengan penuh kerendahan hati...




Taqobbalallahuminna waminkum.
Shiyamana washiyamakum.
Kullu'am wa antum bikhair...

Lanjutannya Myus......
Pulang Part 1 : Ibu BP di bus Puspa Indah

Liburan semester ini yang berlangsung sekitar 2 bulan, aku sempat pulang ke Jombang cuma 1 minggu. Tepatnya tanggal 24 Juli sore. Rencana sih mau pulang pagi2, eh ternyata dapet undangan dari Kapolsek Malang jam 09.00 WIB. Eitss…bukan undangan tersangka teroris loh, suer aku gak bisa bikin bom. Ngebom pemikiran sih mungkin :D.
Pak Kapolsek ini ngajak makan-makan bareng, enak tho?. Ya enggak cuma itu, acara sebenernya adalah Isra’ Mi’raj, ada ceramahnya juga. Abis itu masih muter2 dulu cari buku, kaos, dan pernak-pernik di stand pameran PIMNAS. Akhirnya baru bisa pulang setelah sholat Ashar.
Waktu sampai di terminal Landungsari, aku dapat bus yang udah penuh penumpang. Yah daripada ntar kemaleman, gak apa2 deh naik bus ini. Gak usah nunggu bus lain. Di sinilah awal terjadinya sebuah perguncangan dan pergolakan batin. Kesabaran mulai di pertanyakan dan raga mulai di banting (halah). Serius !
Aku terpaksa harus berdiri dalam bus kecil yang penuh dengan orang2 bermuka suram, kelelahan, dan pasrah mengikuti kemanapun bus ini pergi membawanya (ya iyalah, namanya juga penumpang). Sama sekali gak ada aura positif yang bisa menimbulkan semangat dan kenyamanan menikmati perjalanan. Mungkin klo supirnya diganti Aura Kasih agak mendingan :P (apaan sih?)

Bus melaju lumayan kenceng. Serasa dibanting ke kiri, ke kanan, samping dan belakang, karena gak punya pegangan yang kuat. Baru berjalan beberapa puluh meter, sudah mulai mual-mual, tapi gak ada orang yang tau. Ntar ku ajarin bagaimana mual-mual yang elegan :P
Puspa Indah sayang...Puspa Indah peyang..!


Untunglah bus mampir dulu ke terminal Batu, jadi bisa istirahat sejenak.
Salah !, ini jelas bukan ide bagus, dengan seenaknya kenek bus menambah muatan beberapa orang lagi. Spontan aku teriak,
“ Woii pak !, liat dong ini udah penuh, kita udah gak bisa gerak lagi, gak bisa bernafas. Kami manusia pak, bukan ayam, bukan barang yang bisa seenaknya saja di jejalin”
Sayangnya itu cuma teriakan dalam hati, gak ada yang denger. Hahaha…aku belum seberani itu untuk jadi pahlawan dadakan. Tapi aku yakin semua penumpang setuju dengan kata hatiku. Huff…!
Penumpang baru ini ibu-ibu, toh akhirnya aku gak tega juga liat si ibu kesulitan naik. Ku ulurkan tangan tuk membantunya naik dan mengangkat barang2 bawaannya. Nah, saat bus udah berjalan lagi, si Ibu ini ngajak ngobrol. Sebenernya gak masalah dengan omongannya tapi….BAU MULUTnya itu loh, bener2 buaauuu. Belum lagi bajunya juga bau pasar, campur2. Hoeeek !. Mulai sekarang ibu ini kita panggil ibu BP( Ibu Bau Pasar )
Sempat curiga, jangan-jangan Ibu BP dapet wangsit atau saran dari orang yang katanya pinter untuk tidak sikat gigi dan tidak mencuci bajunya beberapa bulan agar bisa mengeluarkan bau fantastis sebagai syarat agar dagangannya di pasar laris manis, oh entahlah.
Merasa ku tanggapi, Ibu BP semakin bersemangat ngajak ngobrol, beliau cerita panjang lebar tentang anaknya, tetangganya, dan kambingnya. Sementara aku berusaha keras menahan mual. Dia tidak tau, saat dia ngomong itu ibarat menyemprotkan parfum kotoran di hidungku. Dalam hati aku berdo’a agar segera pingsan, tapi gak pingsan2 juga. Masalahnya perjalanan ke Jombang masih panjang dan aku gak bisa mundur atau sekedar tukar tempat dengan penumpang lain, sudah penuh sesak. Dilema, sungguh dilema. Di satu sisi nuraniku ingin menghormatinya, di sisi yang lain aku ingin menyingkirkannya. Pengen nangis sekeras-kerasnya, kenapa aku harus terjebak dalam kondisi seperti ini, Ya Allah apa dosaku? (sok gak nyadar klo punya banyak dosa). Pedih, perih !
Dengan sisa2 nafas yang tersengal-sengal, mata buram karena berair, tak kuat menahan mual yang sangat. Aku mencoba menunjuk sebaris tulisan yang tertempel di pintu, berharap dibaca orang lain sebagai cara terakhir untuk menyelamatkan diri..."Pecahkan kaca dalam keadaan darurat"

written on Muslimah's Official Site
http://myusmozaic.blogspot.com

Lanjutannya Myus......
Tragedi Kurma dan Air Es

Senin kemarin aku ikut kajian Ramadhan di basement Fakultas Ekonomi. Niat awalnya sih datang ke kampus untuk kuliah, sial ! salah jadwal. Harusnya aku kuliah tadi pagi. Hah ya sudah, lagian aku juga ada janji mau wawancara panitia Krida Mahasiswa. Selesai wawancara, aku mau pulang lewat pinggiran basement. Namanya juga basement, gak ada temboknya, jadi siapapun yang lewat bakal terlihat. Waktu aku lewat...

Vivi: mbak mau kemana?ayo sini ikutan…
April: hayooo..gak boleh pergi. Mampir dulu ikut kajian
Azi: Awas klo pulang! Ngabuburitnya sambil dengerin kajian atuh
Iin : (baru datang, lari trus langsung memeluk aku, heegh ! ini meluk apa nubruk sih?) mbak I miss u, dari mana aja? Ikutan kajian ya ntar kita pulang bareng…
Ika: mbak aku nitip tas ya, aku belum sholat Ashar nih (ini mah gak nyambung ma pembicaraan)
Temen2 lain: Ayo Ima,,,,! sini May…!, ikutan Myus…!, duduk sini Me ! (jiaaah banyak banget sih nama panggilanku )

Akhirnya aku ikut !. Kajiannya tentang…eh tentang apa ya?hmmm….bentar tak ingat2 dulu.
”ketahuan gak nyimak”
“yee aku kan datengnya udah telat” (pembelaan :D).
Oh tentang keutamaan bulan Ramadhan dan amalan2 di dalamnya. Kajian selesai hampir maghrib. Sebelum pulang ada temen yang nyolek dari belakang, pas aku noleh, ternyata Harisah


Harisah: aww Mus kangen banget sama kamu, haha..jadi inget waktu Ramadhan lalu, kita buka bareng, cari takjil bareng….(ngomong panjang lebar, mengenang masa lalu)
Aku: (dengerin aja, ikut ketawa klo dia ketawa dan menjawab pendek-pendek) oh iya ya…hehe…He’em..iya

Masih tetep ngobrol ma Harisah, ada panitia yang bagiin takjil, es buah dan kurma. Aku mencomot beberapa butir kurma dan langsung memakannya satu butir
Aku: (sambil mengunyah kurma) Sa, aku sekarang udah pindah kontrakan loh..
Harisah : (memandangkau dengan muka bengong, gak tau kenapa) oya, dimana?
Aku: di jalan Gajayana. Belum selesai packing2nya. Mau bantuin? Masih menerima bantuan dengan sukarela (ambil kurma lagi)
Harisah: (mukanya masih bengong) hehe,,,ya kapan2 main2 kesana deh
Aku : Sip ! beneran ya, tak tunggu. Oya, napa sih kamu kok kliatan bengong gitu?
Harisah: oh, eh, anu..kamu gak puasa ya? kok udah makan kurma, ini kan belum maghrib…
Aku: HAH !! (kaget !). huk..huk…uhuk..(batuk-batuk)

Ya ampuuun ! baru sadar klo ini lagi puasa dan belum maghrib. Ada puluhan mata di basement yang menyaksikan aku makan kurma dengan lahap. Tak beradab . Owh..owh…mau dikemanakan mukamu?maluu gilaaa..



Satu lagi,
Ini pengalaman waktu aku masih kecil, masih belajar puasa
Siang-siang yang panaaas, baru pulang sekolah. Sampai rumah, aku liat ada air es satu gelas gede di meja makan. Duh kayaknya seger banget deh klo minum itu.

“Woii ! kamu kan lagi puasa !,” kata hati yang baik
“Ah biarin deh. Dah gak tahan nih, haus banget. Lagian bentar lagi juga Dhuhur, tinggal beberapa menit aja gak masalah, minum aja,” hati yang jahat gak mau kalah

Dan pemenangnya adalah…..hati yang jahat !(dasar setan !)
Aku tolah-toleh dulu, ada orang apa enggak. Yes gak ada orang !. aku ambil airnya dan bersiap untuk minum. Ujung gelas udah nyentuh bibir, tiba2..

“Ehem-ehem..!” itu suara ayah di belakangku

Kaget. Gak jadi minum. Karena grogi dan gak sempat mikirin alasan yang tepat, spontan aku mengguyurkan air itu diatas kepala. Jadilah seragam sekolahku basa kuyup di ruang tengah

Jiaaah ! ternyata ada kakakku juga disitu
Ayah & kakak: Hwahahahahahaha.... ahahahahahaha...(ketawa ngakak sengakak ngakaknya)
Ayah: kenapa basa kuyup gitu? kehujanan ya? tapi diluar kok panas ya....hahahaha
Kakak: Kok gak jadi diminum? oohh mau mandi? ya di kamar mandi aja, air segelas gak mungkin cukup. Hahahahaha...
Huh ledek teruuuus, sampai puas !

Sejak itu, selama bulan Ramadhan penuh, kesungguhan belajar puasaku di pertanyakan oleh keluarga. Mereka selalu curiga, padahal aku udah bener2 gak mengulangi perbuatan itu. Huff..sebel !

PsM: Don’t try this at home !


written on Muslimah's Official site
http://myusmozaic.blodspot.com


Lanjutannya Myus......
  • Comunity

    Mau pesan apa ?

    Lebih dekat di Facebook

    Ikut yuk !

    FEEDJIT Live Traffic Map

    Aku

    Foto Saya
    Myus
    MYUS.. Itu nama populerku. Tetap berjaya sejak aku SMA sampai kuliah. Kadang aku lupa siapa namaku yang sbenernya waktu berkenalan dengan orang lain,spontan aku akan berucap"hai,aku Myus..! Kabar skrg?... eksis sebagai mahasiswa FE Universitas Brawijaya,jurusan akuntansi. secara umum... masih sperti yg dlu. yang... slalu menikmati hdup.. slalu tertawa apapun sikonx.. .. .. yah,begitulah,,, aku masih slalu brusaha menebar kebahagiaan dimana aku berpijak.. aku masih slalu punya banyak fans.. aku masih slalu dirindukan klo gak ada ... pokoknya,,kata tmenku,, aku asyik hehehehe... namun aku jg manusia yg bs berubah menjadi... tambah pinter,, tambah imud,, tambah baik hati,, tambah rajin,, tambah disayang banyak orang,, slebihnya.. find out my blog
    Lihat profil lengkapku